Kepada :
Mbah Kakung & Mbah Uti tercinta di Ngadirejo Temanggung
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Mbah berdua, bagaimana kabarnya ? Alhamdulillah kami sekeluarga di Depok dalam keadaan sehat wal afiat. Mudah-mudahan Mbah juga dalam keadaan sehat selalu, Amien.
Mbah ini kami bertiga kirim foto-foto kami. Cantik-cantik kan Mbah ? Mudah-mudahan akhlak dan hatinya lebih cantik dari lahirnya ya Mbah. Doakan ya Mbah mudah-mudahan kami selalu menjadi anak-anak solehah, yang taat menjalankan perintah-perintah agama, berbakti kepada orang tua, juga kepada Mbah, hormat kepada yang lebih tua dan sayang kepada yang sebaya dan yang lebih muda.
Oh ya Mbah ini kami kirimkan juga foto-foto mamah. Sekarang mamah juga punya kesibukan lho Mbah. Tiap pagi mamah punya tugas baru jaga warung. Yang dijual ada alat tulis, mainan, boneka dan barang-barang kado lainnya. Alhamdulillah agak ramai lho Mbah, kelihatan di fotonya kan Mbah ?
Kata ayah, jualan itu juga untuk belajar menjalankan perintah agama dalam bidang muamalah. Makanya mamah harus jujur kalau jualan, gak boleh nipu, menyembunyikan barang yang cacat dan lain-lainnya. Mudah-mudahan berkah ya Mbah, meskipun harus telaten dan sabar mengumpulkan 100-200 rupiah. Kata ayah juga, kalau kita dapat uang itu harus digunakan untuk dakwah, ibadah, hadiah dan untuk keperluan rumah.
Kadang-kadang kami bertiga juga ikut jaga warung lho Mbah ! Kata ayah biar kami juga belajar dan tahu bahwa mencari uang itu tidak mudah. Karena itu setiap rupiah yang kita terima harus kita syukuri dan kita gunakan dengan sebaik-baiknya.
Untuk foto ayah, kali ini belum kami kirim Mbah, mudah-mudahan lain kali foto ayah bisa dikirim. Ayah kirim salam sungkem buat Mbah. Kami juga titip salam buat seluruh keluarga di Ngadirejo. Oh ya Mbah, kapan Mbah main lagi ke Depok/Jakarta ?
Sekian dulu ya Mbah, mohon maaf kalau ada kata-kata kami yang kurang berkenan.
Wassalamu alaikum wr. wb.
Cucunda
Bunga Nada Yasmin (Bunayya)



cah ngganen berkata,
Mei 13, 2009 @ 10:54 am
Emang kelapa jatuh tidak jauh dari pohonya yah kalo ayah sama mamanya berbakti sama orang tuanya cucunyapun demkian pula buktinya Bunnaya ini begitu sayang sama Oma dan Opanya, Tentunya simbah di jawa bahagia punya cucu Bunnaya ini…
Nadzirin berkata,
Juli 21, 2009 @ 9:50 am
Aku bangga mendengar anak Ngadirejo berbakti kepada kedua orng tuanya terlebih – lebih sayang juga kepada mbahnya yang berada di Ngadirejo, dan jangan lupa Do’ain orang tua sesudah Sholat, baik orangtua yang msih hidup maupun yang sudah meninggl rasa sayang yang selalu terpelihara akan mepermudah mendapat Surganya Allah Ala wazalla Amin Insya Allah Amin. Salam dari pakde. Pakde ini juga orang Depok yang juga kelahiran Ngadirejo tepatnya di desa Gondang Manggong Ngadirejo
Nadzirin berkata,
Juli 22, 2009 @ 4:29 am
Alhamdulillah, Bener Aku Putrane Pak Hadi Kudus, Insya Allah nati saya telpon
Nadzirin berkata,
Juli 23, 2009 @ 10:29 am
Buat Bunga, Nada dan Yasmin ini pakde punya kisah teladan dari blog
ini alamatnya :http://hanafishahdan.blogsome.com/2007/04/12/uwais-al-qarni/ Selamat menyimak
yohana berkata,
Oktober 2, 2010 @ 2:55 am
seandainya semua orang beragama mempunyai sifat dan pemikiran seperti anda maka Indonesia pasti lebih aman dan tentram. kita jadikan sabda Rasul dan Nabi serta kitab suci untuk survive dalam kehidupan ini dan untuk saling berbagi dengan orang lain. good luck