:: Mau Bisnis, Jangan Ditunda-tunda !

Berdiri di tepi pantai

Sambil bercerita manfaat berenang

Sungguh tiada gunanya

Wahai jiwa

Ceburkanlah dirimu

Ke dalam lautan

Engkau akan sampai ke pulau seberang

Penggalan syair Persia lama di atas kayaknya cukup relevan untuk direnungkan oleh mereka yang ingin terjun dalam bisnis tapi masih diliputi suasana keraguan.

Banyak di antara kita yang bercita-cita menjadi pebisnis, tetapi ketika ditanya kapan akan memulainya, banyak yang gamang menjawabnya dan kemudian malah mundur teratur.

Banyak yang takut jangan-jangan nanti jualannya nggak laku, modalnya habis atau jangan-jangan nanti muncul banyak pesaing ketika bisnisnya mulai berjalan dan seribu jangan-jangan lainnya.

Kekhawatiran semacam itu merupakan hal yang wajar yang muncul pada setiap orang yang ingin terjun ke dunia baru, termasuk dunia bisnis. Tetapi yang lebih mengkhawatirkan sebenarnya adalah ketika kekhawatiran-kekhawatiran di atas  kita pelihara  dan  kita kembangkan terus dalam diri kita, sehingga kita tidak berani untuk segera “action”.

Di sinilah problem sebenarnya  yang  kita hadapi. Modal ada, teori dan ilmu bisnis juga sudah banyak dibaca, yang tidak ada ya keberanian untuk mengambil keputusan itu sendiri.

Padahal, jika kita tidak menunda-nunda rencana kita di atas dan kita cepat mengambil keputusan untuk segera memulai berbisnis, maka sebenarnya kita telah melakukan sebuah langkah besar dalam hidup kita. Di titik inilah kita telah mengambil keputusan untuk memulai belajar dari realitas kehidupan yang sebenarnya, yang kadang-kadang sangat jauh jaraknya dengan apa yang pernah kita pelajari di dunia sekolah.

Dari realitas dunia bisnis yang kita terjuni ini, insyaallah kita bisa belajar banyak hal, mulai dari bagaimana mencari dan memutar modal, membelanjakan dan menata barang dagangan, menjalin dan menjaring konsumen, memenangkan persaingan, mengembangkan bisnis agar bisa beranak pinak dan lain sebagainya.

Selain dari itu, yang lebih penting lagi adalah kita dapat belajar untuk bersabar, telaten, tidak bernafsu untuk cepat besar dan belajar untuk mempraktekkan dua kosa kata lama yang sering dinasehatkan oleh para guru dan orang tua kita ; memeras keringat dan membanting tulang.

Masih mau berbisnis ? Cepat jangan ditunda-tunda ! Wallahu a’lam

Tiada komentar »

:: Katalog

Komentar (1) »

:: Place itu Penting !

Dalam dunia marketing, place merupakan salah satu unsur penting yang tak boleh diabaikan, begitu kira-kira pendapat mbahnya ilmu Marketing, Philip Kotler. Untuk yang satu ini saya kira kita semua sepakat, semakin strategis suatu lokasi maka akan semakin menjadi incaran dan rebutan banyak orang. Dalam dunia perplace-an ini kita mengenal berbagai istilah mentereng seperti kawasan segitiga emas, ring satu, ring dua dan lain sebagainya.

Alhamdulillah, warung kami yang mungil itu, meskipun terletak di pinggiran kampung tetapi lokasinya cukup bagus, ini paling tidak menurut kami lho ya. Terletak di pinggir jalan menuju ke sebuah SMP Negeri, warung itu tiap hari dilewati oleh ratusan siswa yang menuju sekolah tersebut. Lalu, tepat di depan warung berdiri sebuah puskesmas yang setiap harinya melayani ratusan pasien dari berbagai tempat. Dan kemudian, di belakangnya juga berdiri dua sekolah setingkat SD dan sebuah SMP swasta.

Dengan lokasi seperti ini, kayaknya kami tak perlu berkeringat untuk mengenalkan warung itu kepada masyarakat sekitar, karena sambil memejamkan mata pun pasti akan dilewati. Yang mungkin perlu digarap agak serius adalah bagaimana menata agar warung dan barang yang dijajakannya kelihatan lebih nendang dan eye catching.

Alhamdulillah, setelah berjalan beberapa lama, warung itu mulai dikenal. Anak-anak SMP seringkali menjadikan warung itu sebagai tempat nongkrong (habis kalau mau nongkrong di mall kan harus ke kota Depok). Bahkan kalau hari Sabtu, anak-anak sering bilang, “Bu, kita ekskulnya disini saja ya!”.

Para ibu yang mengantarkan anak-anaknya bersekolah di SD, kadang juga menjadikan warung itu sebagai home base mereka untuk ngrumpi (tapi yang baik-baik saja lho ya). Lalu para pengantar pasien puskesmas sering juga longak-longok melihat warung dan tentu saja apa yang ada di dalamnya.

Jadi deh warung itu selalu kelihatan ramai setiap harinya, meskipun kadang yang beli satu tapi yang menemani beli sepuluh hehe…. (oh nggak, mereka juga pada belanja kok !).

Bagi kami -terutama mamahnya anak-anak, si penjaga warung, ramainya pengunjung seperti itu juga membawa keberkahan tersendiri. Anak-anak yang berkerumun itu kan temannya anak-anak kami juga. Dari mereka kami bisa menggali berbagai permasalahan, keinginan, cita-cita, keresahan dan segala tetek bengek lainnya yang dihadapi oleh generasi yang sedang tumbuh itu.

Dari ibu-ibu yang berkumpul kami juga bisa sharing tentang berbagai hal, mulai dari masalah harga kebutuhan sehari-hari yang terus melangit, susahnya mencari dan membelanjakan duit, anak-anak yang pada pintar membantah kayak di sinetron, hingga soal-soal yang lebih “berat” tentang bagaimana kita harus menyiapkan diri untuk kehidupan yang jauh lebih panjang, di akherat nanti.

Ya, kami berharap, di samping menjadi tempat jualan, warung kecil ini juga bisa menjadi tempat belajar dan berbagi ilmu dan pengalaman. Bukankah hikmah dan kearifan itu tersebar dimana-mana, tergantung kita mau atau tidak memungutnya. Semoga ya !

Tiada komentar »

:: Kulakan di Asemka dan Pasar Pagi

Ada tempat lain untuk kulakan barang-barang yang dijual di warung kami selain di Pasar Gembrong, yaitu di Asemka dan Pasar Pagi, di wilayah Jakarta Kota. Keduanya terletak sangat berdekatan, jadi sekali mendayung dua tempat tersebut bisa terlampaui.

Lokasinya juga mudah dijangkau darimana saja. Jika kita naik KRL dari Bekasi, Depok, atau Bogor, langsung saja kita turun di stasiun pemberhentian terakhir, di stasiun Kota. Jika naik Busway, kita turun di halte terakhir, di halte Kota. Dari situ, kita bisa jalan kaki karena jaraknya juga tidak terlalu jauh, bisa naik bajai atau ojek sepeda pancal. Untuk mereka yang membawa kendaraan sendiri kayaknya akan mengalami sedikit kerepotan, tempat ini sehari-harinya adalah biangnya macet dan juga susah untuk mencari tempat parkir.

Kulakan di ketiga tempat tersebut punya seni sendiri-sendiri. Di Pasar Gembrong dan Asemka, tempat jualannya berada di satu kompleks mirip pasar tradisional. Jadi sekali datang ke satu tempat, kita tidak perlu berpindah jauh-jauh untuk mencari dan memilih berbagai barang yang akan kita beli. Sementara di Pasar Pagi, tempatnya lebih luas dan terpencar-pencar, sehingga mau tak mau kita harus sedikit berkeringat untuk mencari berbagai macam barang.

Tetapi menurut pendapat saya pribadi, kulakan di Pasar Pagi kayaknya lebih menguntungkan daripada di Asemka dan Pasar Gembrong. Pertama, para pedagang di Asemka dan Pasar Gembrong juga mengambil barang dagangannya di Pasar Pagi. Kalau kita jeli dan ulet mencari barang dagangan, kita bisa langsung membeli ke importirnya, jelas harganya akan ebih murah dibanding harga di grosir atau pedagang pada rantai berikutnya. Kedua, Toko-toko di Pasar Pagi lebih besar daripada di kedua tempat tersebut, sehingga stok barang yang dijual lebih banyak dan lebih variatif. Masing-masing toko di Pasar Pagi punya spesialisasi tertentu, misalnya alat tulis, boneka, assesoris, gantungan hp, bando, bunga imitasi dan lain-lainnya.

Untuk kulakan biasanya track pertama yang kami ambil adalah ke Pasar Gembrong terlebih dahulu, lalu balik ke stasiun Tebet dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Asemka dan Pasar Pagi. Barang-barang hasil belanjaan di Pasar Gembrong, biasanya kami titipkan di penjaga WC dan Mushola di stasiun Kota.

Dari stasiun Kota ke/dari Asemka (& Pasar Pagi) biasanya kami naik ojek sepeda pancal dengan tarif Rp 3.000. Ada sensasi tersendiri naik ojek jenis ini. Pada mulanya ngeri juga naik ojek ini, apalagi ketika pak tukang ojek harus berakrobat meliuk-liukkan kendaraan “kebanggaannya” di antara deretan mobil dan kendaraan besar lainnya, terutama ketika harus berpapasan dengan raja jalanan Jakarta, si Busway, yang tak boleh dikalahkan oleh siapapun ketika sedang melaju di jalanan, tapi lama-kelamaan ternyata terasa nyaman juga melangganinya (pilihan terpaksa kali, hehe…)

Sekarang ini, seminggu saja tidak naik ojek sepeda pancal tersebut rasanya ada yang kurang dalam perjalanan hidup ini. Gimana ya, soalnya ngangenin sih !

Hidup ini harus selalu disyukuri. Bahagia tidaknya kita mengarungi hidup di dunia yang amat sementara ini tergantung pada bagaimana kita merespon setiap keadaan yang kita hadapi. Ya Allah teguhkanlah diri kami untuk selalu dalam keadaan iman dan taat kepada-Mu !

Komentar (2) »

:: Pasar Gembrong, Pusat Grosir Mainan Anak

 

Sejak membuka warung, sekarang saya hampir tidak punya waktu lagi untuk tidur-tiduran di rumah pada hari Sabtu, suatu kemewahan yang selama ini saya tunggu-tunggu kedatangannya setiap akhir pekan, setelah selama lima hari sebelumnya menghabiskan waktu di jalan dan di kantor. Ya setiap hari Sabtu saya bersama istri harus menyediakan waktu untuk kulakan barang-barang dagangan untuk stok di warung.

Salah satu tempat kulakan favorit untuk mainan anak-anak atau alat tulis & kantor adalah Pasar Gembrong, Prumpung  Jatinegara, Jakarta Timur, yang terletak di sisi Gerbang Tol Pedati di dekat Jalan By Pass dan Jalan Basuki Rahmat. 

Lokasi pasar ini mudah dijangkau dari mana saja. Kalau dari wilayah Depok dan Bogor, kita bisa naik KRL (kereta) dan turun di stasiun Tebet, setelah itu kita bisa naik Kopaja no 62 dengan ongkos Rp 1.500 atau naik bajai dengan ongkos Rp 6.000. Kalau dari stasiun Jatinegara kita juga bisa naik mikrolet langsung sampai tujuan dengan ongkos Rp 2.000.

Pasar Gembrong ini merupakan surga belanja mainan bagi semua orang, baik untuk dipakai sendiri maupun untuk dijual kembali. Setiap hari libur, pasar ini cukup  padat diserbu oleh para pembeli, dari Jakarta maupun dari luar kota Jakarta. Pada hari-hari tersebut biasanya jalan di depan pasar tersebut akan macet oleh deretan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Ada sekitar 50 kios penjual mainan berderet di pinggir jalan raya dan di sebuah gang di dalamnya. Jalan sepanjang gang di bagian dalam cukup sempit dan hanya cukup untuk jalan orang yang berpapasan. Bagi mereka yang ingin  berbelanja di sini, harap hati-hati juga menjaga dompetnya, karena ada saja tangan-tangan jahil yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan jalan tersebut.

Hampir semua jenis mainan di jual di pasar ini, mulai dari kartu, boneka, mobil-mobilan, pesawat dan lain sebagainya. Harganya juga bervariasi mulai dari yang ratusan rupiah sampai yang ratusan ribu rupiah. Pokoknya komplit deh ! Yang jelas, harga barang-barang disini lebih murah (tetapi tetap harus ditawar lho!) dan barangnya lebih komplit daripada tempat-tempat lain. Apalagi sewaktu menawar kita bilang bahwa barang tersebut mau dijual lagi, pasti deh harganya akan dipotong lagi.

Kembali ke soal kulakan. Kulakan di Pasar Gembrong ini juga ada seninya tersendiri. Kita harus rajin, ulet dan teliti mencari barang yang ingin kita beli. Jangan segan-segan membandingkan harga di kios satu dengan lainnya, sebab sering kali harga antara satu kios dengan yang lain berbeda.

Pernah ketika pertama kali kulakan dulu, karena kebelumtahuan kami, kami membeli barang dengan harga beli yang cukup mahal, sehingga barang tersebut terpaksa dijual dengan margin keuntungan yang sangat tipis. Setelah beberapa kali kulakan, kini kami mempunyai beberapa grosir langganan, sehingga tidak perlu melakukan tawar menawar lagi.

Karena warung kami masih kecil, maka semuanya masih harus kami lakukan sendiri, termasuk dalam hal angkat-mengangkat barang belanjaan kami. Kadang-kadang terasa juga  berat, capek, panas dan terkantuk-kantuk saat membawa barang-barang tersebut, mulai dari pasar menyeberang jalan untuk naik bajai, dari tempat pemberhentian bajai ke stasiun Tebet, lalu dari stasiun Depok baru ke terminal Depok dan terakhir dari pemberhentian angkot 07 di Jembatan Serong sampai ke rumah.

Biasanya sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Depok, kami berhenti sebentar di warung Soto Kudus di sebelah timur stasiun Tebet, untuk beristirahat dan mengobati rasa lapar dan haus kami. Sehabis itu, biasanya penat dan capek yang kami rasakan akan hilang dan ini artinya kami harus berjuang untuk melanjutkan perjalanan kembali. Ya hidup memang penuh perjuangan  hehe… ! 

Ya Allah, jadikanlah kami sebagai hamba-Mu yang selalu mensyukuri nikmat-nikmat yang Engkau telah berikan kepada kami.

 

 

 

Komentar (12) »

:: Madu Jintan Hitam

albikra.jpg

“Dari perut lebah itu keluar cairan dengan berbagai warna, di dalamnya terdapat kesembuhan bagi manusia.” (QS. An-Nahl: 69)

“Gunakanlah Habbatus Sauda’ (Jintan Hitam) karena di dalamnya terdapat sejenis obat dari segala jenis macam penyakit kecuali As Sam (maut)” (Alhadits)

Khasiat Madu : Bakteri tidak mampu melawan madu, kaya kandungan antioksidan, baik untuk kesehatan mulut, kulit kepala, kencing manis, mencegah terjadinya radang usus besar (colitis),maag dan tukak lambung, bergizi& melembutkan sistem alami tubuh.

Khasiat Jintan Hitam : Mempercepat penyembuhan luka Antiseptic, mencegah osteoprosis, mengobati kering mulut, mengobati parasit, anemia, syaraf, memperkuat sistem pernapasan, libido, Antibiotik, asam urat, gondok, jantung, keputihan, sakit kepala dan gigi, sembelit, kencing darah, Anti kanker, diabetes, panas dalam, impotent, darah tinggi, kolesterol, stroke, kencing batu, sakit asma, ulser perut, hepatitis, influenza, rheumatic, gout (buah pinggang), epilepsy, anti peradangan sendi dan organ menjaga awet muda, menambah energi dan kesuburan pria, menguatkan jantung & memperbanyak ASI

Anda berminat ? Hubungi kami : Aljohan, email aljohan@mail.com, Hp 08888024422

Tiada komentar »

:: Surat Buat Mbah

Kepada :

Mbah Kakung & Mbah Uti tercinta di Ngadirejo Temanggung

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Mbah berdua, bagaimana kabarnya ? Alhamdulillah kami sekeluarga di Depok dalam keadaan sehat wal afiat. Mudah-mudahan Mbah juga dalam keadaan sehat selalu, Amien.

Mbah ini kami bertiga kirim foto-foto kami. Cantik-cantik kan Mbah ? Mudah-mudahan akhlak dan hatinya lebih cantik dari lahirnya ya Mbah. Doakan ya Mbah mudah-mudahan kami selalu menjadi anak-anak solehah, yang taat menjalankan perintah-perintah agama, berbakti kepada orang tua, juga kepada Mbah, hormat kepada yang lebih tua dan sayang kepada yang sebaya dan yang lebih muda.

Oh ya Mbah ini kami kirimkan juga foto-foto mamah. Sekarang mamah juga punya kesibukan lho Mbah. Tiap pagi mamah punya tugas baru jaga warung. Yang dijual ada alat tulis, mainan, boneka dan barang-barang kado lainnya. Alhamdulillah agak ramai lho Mbah, kelihatan di fotonya kan Mbah ?

Kata ayah, jualan itu juga untuk belajar menjalankan perintah agama dalam bidang muamalah. Makanya mamah harus jujur kalau jualan, gak boleh nipu, menyembunyikan barang yang cacat dan lain-lainnya. Mudah-mudahan berkah ya Mbah, meskipun harus telaten dan sabar mengumpulkan 100-200 rupiah. Kata ayah juga, kalau kita dapat uang itu harus digunakan untuk dakwah, ibadah, hadiah dan untuk keperluan rumah.

Kadang-kadang kami bertiga juga ikut jaga warung lho Mbah ! Kata ayah biar kami juga belajar dan tahu bahwa mencari uang itu tidak mudah. Karena itu setiap rupiah yang kita terima harus kita syukuri dan kita gunakan dengan sebaik-baiknya.

Untuk foto ayah, kali ini belum kami kirim Mbah, mudah-mudahan lain kali foto ayah bisa dikirim. Ayah kirim salam sungkem buat Mbah. Kami juga titip salam buat seluruh keluarga di Ngadirejo. Oh ya Mbah, kapan Mbah main lagi ke Depok/Jakarta ?

Sekian dulu ya Mbah, mohon maaf kalau ada kata-kata kami yang kurang berkenan.

Wassalamu alaikum wr. wb.

Cucunda

Bunga Nada Yasmin (Bunayya)

Tiada komentar »

Salam Bunayya!

Assalamu ‘alaikum

Rumah Kado “Bunayya” adalah proyek kecil-kecilan keluarga yang dibuka pada tanggal 19 Nopember 2007. Ujudnya hanya sebuah warung kecil yang berdiri di pojok sebuah kampung di daerah pinggiran Depok. Lokasi warung ini juga bisa dilihat dari udara di wikimapia.

Lewat warung kecil ini kami punya obsesi dan cita-cita “besar”, tentu saja menurut ukuran kami lho. Pertama, kami ingin belajar bermuamalah dengan benar. Kedua, kami ingin mendidik jiwa kewiraswastaan anak-anak kami, sehingga kelak mereka tidak menggantungkan nafkah hidupnya dengan cara mengemis kesana kemari.

Yang memotivasi kami dan selalu terngiang-ngiang pada diri kami untuk membuka warung ini adalah salah satu sabda dari Rasulullah SAW yang intinya mengatakan bahwa 9 dari 10 pintu rejeki itu adalah didapat melalui jalan bisnis.

Lewat blog ini kami ingin menimba ilmu dan pengalaman dari semua orang di seluruh jagad maya untuk kebaikan dan perbaikan usaha yang sedang kami rintis ini.

Untuk informasi dan kontak lebih lanjut silahkan hubungi kami di Rumah Kado Bunayya, Depan Puskesmas Jembatan Serong Cipayung Pancoran Depok, Hp 08888024422.

Salam Bunayya

Komentar (3) »